10 Mar 2013


Hari ini saya mau menjelaskan bagaimana cara mandi wajib yang benar menurut ajaram islam , sebelumnya juga saya kurang mengerti tapi setelah saya baca dari berbagai buku refrensi  dan search di google sekarang saya sedikit paham , mari kita mulai dari definisinya dulu


DEFINISI MANDI WAJIB
Mandi wajib sama halnya dengan mandi junub  (mandi habis hubungan suami istri), yaitu mandi yang perlu dilakukan oleh seorang muslim untuk membersihkan dirinya dari hadas besar dengan melakukan rukun-rukunnya salah satunya adalah mandi membasahi seluruh anggota badan  , mandi wajib ini berlaku untuk wanita atau juga laki-laki

SEBAB ANDA PERLU MANDI WAJIB
Melakukan hubungan suami istri (jimak) apabila zakar (kemaluan laki-laki) dimasukkan ke dalam faraj (kemaluan perempuan) walaupun tidak keluar air mani.-> berhubungan badan walaupun tanpa disertai keluarnya mani.
Jika keluar air mani walaupun zakar tidak dimasukkan ke dalam faraj. -> keluarnya mani yang disertai syahwat, baik dalam keadaan tidur maupun terjaga.
Keluar air mani kerana bermimpi (wet dream).
Mati melainkan mati syahid.
Keluar haid bagi perempuan . “Jika datang haid, maka tinggalkan solat. Dan jika telah lewat, maka   mandi dan Solatlah” (HR. Al Bukhari)
Keluar nifas (darah yang keluar mengiringi bayi ketika perempuan bersalin).
Wiladah atau melahirkan anak.
Mati (dimandikan).
Masuk Islam bagi orang yang sebelumnya kafir. Dari Qais bin Ashim, ia menceritakan bahawa ketika ia masuk Islam, Nabi saw menyuruhnya mandi dengan air dan bidara (HR. At Tirmidzi dan Abu Dawud)

HUKUM MANDI WAJIB
Hukum mandi wajib ini adalah wajib 

RUKUN MANDI WAJIB ada 3 :
Niat
Niat ini hanya diucapkan di dalam hati dan tidak perlu diucapkan secara lisan.
Menghilangkan kotoran dan najis pada badan
Bila ada najis pada tubuh, membasuhnya bisa berbarengan dengan mandi wajib. Artinya     membersihkan najis boleh disatukan dengan mandi wajib.
Meratakan air ke seluruh anggota badan yang zahir (terlihat) termasuk semua lipatan badan.
Meliputi kulit, rambut dan bulu yang ada di badan, sama bulu-bulu yang jarang ataupun lebat.


NIAT MANDI WAJIB
Tidak ada pelafalan khusus untuk niat dalam beribadah termasuk dalam melakukan mandi wajib, cukup lafalkan dalam hati

TATA CARA MANDI WAJIB SESUDAH HAID
Dalam pandangan agama Islam, haid merupakan sesuatu yang najis dan akan menjadi penghalang para wanita dalam melaksanakan ibadah sholat dan puasa. Oleh sebab itu maka setelah selesai haid seorang wanita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi wajib haid.

Aturan-aturan pelaksanaan dan tata cara mandi wajib setelah haid harus disesuaikan dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, dan dalam hal ini dilaksanakan sesuai dengan yang diriwayatkan pada hadits oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:

"Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah" maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: "Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu)."

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:
“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).”(HR. Muslim: 332)

An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): 
“Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata: 
“Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).
Dengan beberapa hadist tersebut, maka beberapa hal yang wajib dilakukan oleh seorang wanita apabila telah bersih dari haid adalah membersihkan seluruh anggota badan minimal dengan menyiramkan air keseluruh badan sampai kepangkal rambut. Adapun tata cara mandi wajib haid secara ringkas dapat dilakukan sebagai berikut: 
Cara mandi wajib yang paling baik adalah mengikuti cara yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmizi.

1. Membasuh tangan sebanyak 3 kali.
2. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri
3. Mengusap rambut sambil meyela-nyela sampe kena kulit kepala
4. Mebasuh kepala secara keseluruhan
3. Mengambil wuduk sebagaimana biasa seperti mau sholat kecuali kaki. 
    Kaki dibasuh setelah mandi nanti.
4. Membasuh secara keseluruhan , mandi dengan rapi
5. Membasuh kaki.
6. Setelah mandi tidak perlu berwudhu lagi

Begitulah tata cara dalam mandi wajib , semoga bermanfaat 
Untuk lebih jelas bisa ditonton penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat



Posted by MUTIARA PRADINA On 11:25 am 50 comments

50 comments:

  1. sangat bermanfaat sob.....salam kenal

    ReplyDelete
  2. good posted , I like it :)

    ReplyDelete
  3. Makasiiii... very usefull

    ReplyDelete
  4. klo kita mandinya pake shower g nimba gimna?

    ReplyDelete
  5. ada terbaca... niat perlu dilakukan ketika air sampai dikepala... terlambat atau terawal.. mandi tida k sah.. adakah bergitu?

    ReplyDelete
  6. nanya dong, doa sesudah wudhu du ucapkan setelah membasuh kaki ato pas wudhu ?

    ReplyDelete
  7. Thank you membantu bgt

    ReplyDelete
  8. MEMANG BAGUS SAYA INGIN MINTA KEBENARAN INGIN COPY UNTUK RUJUKAN SAYA APABILA DIPERLUKAN

    ReplyDelete
  9. alhamdulilah, terimakasih..

    ReplyDelete
  10. Salam ustaz,saya nak tanya pasal mandi wajip..saya masih keliru lagi..adakah mandi saya sah...semasa air jatuh atas kepala kita niat...selepas itu basuh seluruh badan sebelah kanan dan kiri...selepas gosok semua...ambik air sembahyang kecuali kaki...mandi dengan sabun n syampoo..selepas selesai basuh kaki...adakah mandi wajip saya sah??? Mohon penjelasan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan tanya sama googgle,google tidak menjamin anda dalam urusan agama.

      Delete
  11. Sebelum mandı berwudhu dahulu dengan niat ber wudhu seperti biasa lalu mandi dengan menyiram dari ataş kepala sambil membaca niat mandi junub

    ReplyDelete
  12. Sebelum mandı berwudhu dahulu dengan niat ber wudhu seperti biasa lalu mandi dengan menyiram dari ataş kepala sambil membaca niat mandi junub

    ReplyDelete
  13. Sebelum mandı berwudhu dahulu dengan niat ber wudhu seperti biasa lalu mandi dengan menyiram dari ataş kepala sambil membaca niat mandi junub

    ReplyDelete
  14. Thank you�� sangat bwrmanfaat

    ReplyDelete
  15. Nice and useful. .Thanks for ur posted. Allah blessed you till jannah. INSYAALLAH.

    ReplyDelete
  16. Nice and useful. .Thanks for ur posted. Allah blessed you till jannah. INSYAALLAH.

    ReplyDelete
  17. Thanks for that.... It's useful 😊😊

    ReplyDelete
  18. terima kasih postingan yang sangat membantu :)

    Blogwalking: duwilestari02.blogspot.com

    ReplyDelete
  19. Terimakasih infonya, tapi saya masih kurang mengerti, disitu tertulis niat dahulu, wudhu lalu,mandi. Tetapi diatas nya juga ada tulisan kalau niat itu harus dibarengi kucuran air dri kepala smpe kebawah. Jd sebenarnya boleh atau tdk niat dahulu lalu wudhu dan mandi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan tanya sama google, itu tidak menjamin benar pasti akan keliru.tanyalah sama guru anda kawan :)

      Delete
  20. Sesudah mandi wajib..apa kita bisa mandi seperti normal kembali ? (Melanjutkan dalam 1 x mandi)

    ReplyDelete
  21. Kalau mandi wajib pkai basahan atau tidak ?

    ReplyDelete
  22. Itu dilakukan saat kita mandi dulu atau sebelum mandi (dalam keadaan kering )?

    ReplyDelete
  23. makasi ya, skrg aku jd tau.

    ReplyDelete
  24. makasi ya, skrg aku jd tau.

    ReplyDelete
  25. jangan terlalu percaya sama google bisa saja salah,belajar tanpa guru itu sama dengan belajar sama setan/sesat,belajarlah sama guru anda atau teman anda.terima kasih :)

    ReplyDelete
  26. Kak jelasin dong yang melafalkan niatnya itu katanya berbarengan dengan air menyentuh bagian mandi, tp di situ juga ditulis niat abis itu membasuh kedua tangan. Gimana ya???

    ReplyDelete

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube